Oleh: Abu Alya | April 12, 2013

Jangan Gegabah! Perceraian Adalah Jurus Pamungkas

Upaya manusia untuk merajut jalinan kasih telah difitrahkan atas mereka semenjak dahulu kala, saat Allah menciptakan Hawa untuk Adam yang kesepian.Namun perjalanan biduk kasih anak manusia tidaklah semulusdan seindah yang dibayangkan. Setan selalu mencari celah untuk menghancurkan fondasi cinta yang telah anak manusia bangun dengan susah payah. Bibit-bibit kebencian dan ketidakcocokan mulai ditebar oleh sang musuh. Dengan bergulirnya waktu, benih-benih tersebut mulai tumbuh dan mengakar dalam hati pasutri.Pada akhirnya jalan perceraian, walau pahit terpaksa harus ditempuh.
Memang setan teramat pandaitatkala menebar benih-benih perceraian dalam rumah tangga pasutri yang awalnya adem-ayem (sejuk-sejuk saja).Benih itu bisa ditabur di dalam kejenuhan, dalam perangai negatif pasangan atau di dalam hal-hal yang sebenarnya bersifat sepele.Kemudian benih mulai disirami dengan bisikan-bisikan ketidakpercayaan dan pupuk curiga. Hingga pada akhirnya setan berhasil memanenbuah perceraian yang selama ini memang telah ia usahakan.
Karenanya kebijaksanaan, kesabaran dalam menghadapi sifat negatif pasangan dan kepercayaan mutlak dibutuhkan dalam membangun mahligai rumah tangga samara.Cobalah untuk menerima kekurangan pasangan dengan melihat orang yang bernasib lebih parah dari diri kita. Dengan itu niscaya kita akan selalu bersyukur. Jika timbul permasalahan yang memang benar-benar layaknya air bah yang tak bisa dibendung kecuali dengan perpisahan, barulah melangkah ke jenjang perceraian.
Demikianlah jurus perceraian menjadi jurus pamungkas di saat pasutri benar-benar tidak bisa mengompromikan masalah mereka berdua dengan baik.Hal itu bisa dengan bermusyawarah antara pasutri, dengan mendatangkan wakil dari pihak keluarga masing-masing pasutri atau mendatangkan penengah orang yang berilmu untuk memberikan solusi yang baik.
Sebenarnya tidak bisa dianggap gampang masalah perceraian antara pasutri. Karena dengan perceraian tersebut akan terputuslah hubungan antara dua keluarga, pihak mantan istri dan mantan suami. Belum lagi bila perceraian menyisakanmasalah kepengasuhananak yang masih belum dewasa dan masih membutuhkan perhatian dari kedua orang tua. Hal itu belum ditambah dengan biaya administrasi untuk mengurusi surat perceraian di KUA yang jumlahnya tidak sedikitserta birokrasi yang berbelit-belit. Sebenarnya jika kita memikirkan matang-matang, perceraian bukanlah sesuatu hal yang gampang dan tidak bisa dianggap gampang.Maka dari itu, jangan gegabah dalam memutuskan kata “cerai” sebelum benar-benar tak mampu untuk menyelesaikan masalah hidup berumah tangga secara baik-baik.Wallahu a’lam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: