Oleh: Abu Alya | Desember 27, 2011

Mahasiswa Antara Radikalisme dan Apatisme

Manusia sebelum diutusnya Rasulullah Muhammad hidup dalam kegelapan berupa kesyirikan, paganisme, kekufuran, kefajiran, kebodohan dan kedzoliman. Demikian juga hidup dalam perpecahan, perselisihan, permusuhan yang menjadikan mereka berperang, saling bunuh dan saling menindas

Lalu Allah karuniai nikmat yang sangat agung dan besar yang menjadi sebab keluarnya mereka dari kegelapan dan keadaan yang buruk tersebut. Nikmat tersebut adalah diutusnya Muhammad sebagai Rasul utusan Allah. sehingga Allah membuka hati-hati yang tertutup, telinga-telinga yang tuli dan mata-mata yang buta. Menjadikan mereka memiliki petunjuk dari kesesatan dan ilmu dari kebodohan serta menyatukan hati mereka menjadi bersaudara.

Allah berfirman,

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ-آل عمران:164

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. 3:164)

Dan firman-Nya,

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعاً مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ-لأنفال:63

Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 8:63)

Demikianlah perubahan itu terjadi sehingga kaum muslimin dimasa beliau dan para sahabatnya bersatu dalam persatuan dan persaudaraan iman. Mereka mewujudkan tauhid dan ihklas, rukun iman dan islam dan mewujudkan sebab-sebab kemenangan dan kejayaan, sehingga akhirnya Allah wariskan bumi ini kepada mereka dan memenangkan mereka atas umat lainnya. Ini semua karena iman dan amal sholeh mereka. Allah berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ-النور:55

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik. (QS. 24:55) dan firman-Nya,

وَلَيَنصُرَنَّ اللهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي اْلأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاَةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ اْلأُمُورِ

Seungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa (yaitu)orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (QS. 22:40-41)

Kemudian mereka menyebarkan ajaran islam dan menerangi dunia dengan cahaya islam yang terang benderang dan menjadi kaum terhormat dan disegani seluruh umat dunia.
Permusuhan musuh-musuh Islam

Hal seperti ini tentunya tidak membuat musuh-musuh islam senang. Hati mereka dipenuhi kebencian dan kedengkian terhadap kaum muslimin sehingga terus berusaha untuk merusak dan menghancurkan persatuan dan kesatuan kaum muslimin dengan beraneka ragam makar. Dalam hal ini Allah jelaskan dalam firman-Nya,

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَآءً فَلاَ تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَآءَ حَتَّى يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ فَإِن تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَلاَتَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلاَ نَصِيرًا

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawanlah dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun diantara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong, (QS. 4:89)

Namun Allah senantiasa mengawasi mereka dan membalas tipu daya mereka pada setiap waktu dan tempat. Allah berfirman,

إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا وَأَكِيدُ كَيْدًا فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا

Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (QS. 86:15-17)

Musuh-musuh islam akhirnya dengan perjalanan waktu dan jauhnya kaum muslimin dari kenabian mendapatkan kesempatan dan jalan melalui sebagian kaum muslimin yang menyimpang dari ajaran Rasululloh dan para sahabatnya. Mereka berhasil semakin manjauhkan orang yang tersesat tersebut sehingga mereka berbuat kebidahan-kebidahan dalam agama ini.
Syaitan pun ikut serta

Setan memiliki dua cara efektif untuk menggoda seorang Muslim dan menjerumuskannya ke dalam kesesatan.

Pertama: apabila seorang Muslim adalah pelaku kemasiatan dan orang yang tidak memiliki komitmen kepada agama, maka setan memperindah kemaksiatan dan syahwat dalam pandangannya sehingga akan semakin asyik dengan perbuatan maksiatnya dan hanyut dalam syahwatnya. Kondisi ini akan semakin menjauhkannya dari perbuatan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kedua: apabila seorang Muslim tersebut orang yang taat dan ahli ibadah, maka setan menghiasyi sikap ektrem dan berlebihan dalam agama agar agama orang ini rusak.
Mahasiswa yang Apatis terhadap Agama

Keberhasilan syaitan menggoda kaum muslimin lebih-lebih kaum muda dan para mahasiswa untuk tenggelam kedalam syahwat dan keduniaan membuat mereka mengidap penyakit “cinta dunia” sehingga pasti “takut mati”. Apabila sudah demikian parah penyakit ini maka mereka semakin jauh dari ketaatan kepada Allah dan memandang segala sesuatu dengan ukuran standar tersebut. Jadilah mereka bersikap apatis terhadap agama, karena menganggap agama akan menghalangi kebutuhan dan syahwatnya.

Sikap apatis ini dipertebal dengan peran sertanya para orientalis dan musuh-musuh islam lainnya yang berusaha merusak citra kemulian islam. Apalagi adanya peristiwa-peristiwa yang diberitakan sedemikian rupa akibat kesalahan sebagian kaum muslimin yang nampaknya tanpa disengaja dan dengan niyat yang baik.

Demikianlah keberhasilan syaitan dalam menggoda para mahasiswa sehingga jauh dan menjauh dari ibadah kepada Allah dengan benar dan islam hanya tinggal nama saja tanpa ruh dan syariat.

Bila demikain ini dipertahankan terus maka akibat buruknya adalah terjadinya kerendahan dan kehinaan pada kaum muslimin dan kemulian serta kejayaan terhapuskan dari mereka. Lihatlah sabda Rasulullah :

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

Apabila kalian telah berjual beli ribawi dan mengikuti ekor sapi serta ridho dengan pertania dan meninggalkan jihad dijalan Allah, maka pasti Allah timpakan kepada kalian kehinaan tidak akan mencabutnya hingga kalian kembali kepada Agama kalian. (HR Abu dawud dan dishahihkan al-Albani dengan sebab banyaknya jalan periwayatannya dalam Silsilah Ahadits Shahihah no. 11 (1/15)).

Dalam hadits yang mulia ini ada isyarat bahwa cara menghilangkan sikap apatis terhadap agama ini hanya bisa dilakukan dengan sukses bila diajak kembali memahami islam dengan benar.
Mahasiswa dan radikalisme

Keadaan sekelompok besar atau mayoritas mahasiswa yang apatis atau tidak dekat dengan agama terkadang disikapi dengan sikap yang salah. Jadinya bermunculan sikap-sikap radikal yang muncul dikalangan mahasiswa lantaran tidak pas dan benarnya pendidikan dan pembinaan keagamaan mereka. Inilah yang diinginkan syaitan dalam tipu dayanya yang kedua. Tipu daya tersebut adalah menyeret mereka untuk mengikuti kebid’ahan dan salah kaprah dalam memahami ajaran agama Islam yang mulia ini serta menjauhkan mereka dari para Ulama yang dapat memberikan petunjuk dan bimbingan dalam upaya menempuh jalan yang lurus dan benar. Semua ini dilakukan agar semakin tenggelam dalam penyimpangan dan kesesatan.

Penyakit “salah kaprah dalam memahami ajaran Islam” telah terjadi sejak para Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Diawali dengan kemunculan embrio sekte Khawarij yang berawal dari salah kaprah dalam vonis kafir lalu berlanjut ke pemberontakan dan akhirnya membunuhi kaum Muslimin yang telah mereka vonis kafir. Rasulullah mensifati mereka dengan sabdanya,

vيَقْتُلُونَ أَهْلَ اْلإِسْلاَمِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ اْلأَوْثَانِ

Mereka memerangi kaum Muslimin dan membiarkan penyembah berhala (Muttafaq ‘alaihi)

Mereka bisa demikian, karena dalam memahami nash-nash syari’at mereka menyelisihi pemahaman para Sahabat waktu itu. Oleh karena itu, ketika Sahabat yang mulia Ibnu Abbas z mendebat mereka dengan pemahaman yang benar, banyak diantara mereka menyatakan ruju’ kepada kebeanaran dan meninggalkan pemahaman mereka yang keliru.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: