Oleh: Abu Alya | Desember 27, 2011

AKU INGIN SEPERTI BAPAK

Pada tahun 2000 ketika penulis tinggal di kalimantan timur, penulis pernah bartamu dirumah pak lurah, pak lurah tinggal dalam satu rumah bersama ibu, istri dan anaknya, waktu itu penulis dijamu dengan minuman jus alpokat dan makanan khas orang tanah grogot. Pak lurah bertanya kepada anaknya yang masih duduk di madrasah tsanawiyah yang terletak di kota tanah grogot, Nak.. besok kalau kamu sudah besar ingin menjadi apa? Tanya bapaknya kepada anaknya. Kemudian anaknya menjawab, saya ingin seperti bapak, jawab anaknya. Besok kalau saya punya rumah yang bagus seperti ini, maka bapak saya tempatkan dikamar paling belakang yang sempit dan dekat dengan gudang, sebagai mana bapak menempatkan nenek ku dikamar paling belakang yang dekat dengan gudang.

Penulis merasa tercengang dan kaget dengan jawaban dari si anak pak lurah tersebut. Sungguh sangat memprihatinkan kondisi keluarga yang seperti ini, bagaimana seorang anak bisa berbakti kepada orang tuanya, sedangkan orang tuanya sendiri tidak pernah mengajarkan bagaimana cara berbakti kepada orang tua. Bukan kah Allah SWT dan Rasunya mewajibkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya? Sebagaimana dalam Firman-Nya surat Luqman ayat 14.

Dan Kami telah mewajibkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orang tuamu”. (Q.S. Luqman:14)

begitu juga dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya. hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(Q.S Al-‘Ankabut:8)

Ayat ini memerintahkan kepada kita wajib berbakti kepada kedua orang tua, selama perintahnya tidak bertentangan dengan syari’at islam. Dan ayat ini turun kepada Rasulullah SAW, dengan sebab kisah Sa’ad bin Abu Waqqash, Abu Utsman bercerita bahwa Sa’ad pernah berkomentar, “Dulu, saya senantiasa berbakti kepada ibuku. Tatkala aku masuk islam, beliau mengetahuinya hingga berkata, ‘Wahai Sa’ad, agama apa yang kau buat-buat itu?! Kamu tinggalkan agamu itu atau aku tidak akan makan dan minum sampai mati!’ akibatnya dia dipanggil sebagai pembunuh ibunya. Sa’ad kemudian menjawab, ‘Aku tidak akan melakukannya. Sungguh aku tidak akan meninggalkan agamaku karena alasan apapun!’ ibunya seharian tidak makan, begitu pula malam harinya. Pada pagi harinya aku, Sa’ad, berkata kepada ibu, ‘Wahai ibuku! Ketahuilah, demi Allah! Jika ibu memiliki 100 nyawa lalu keluar satu demi satu, maka aku tidak akan meninggalkan agamaku. Kalau berkenan, makanlah, tetapi jika tidak, ya…terserah saja.’ Melihat kegigihan sang anak pada agamanya, akhirnya ibunya kembali makan dan minum.”

Kemudian Sa’ad dido’akan oleh Rasulullah SAW mempunyai do’a yang makbul, sebagaimana yang diceritakan oleh Qais dan ibnu ‘Abbas radliyallahu’anhuma bahwasanya Rasulullah SAW mengulang do’anya sebanyak tiga kali, “Ya Allah! Kabulkanlah do’a Sa’ad jika dia berdo’a!

Kita telah memahamai bahwa amalan yang paling disukai oleh Allah SWT setelah shalat pada waktunya adalah berbakti kepada kedua orang tua, sebagaimana hadits Rasulullah SAW,

Dari Abu ‘Abdurrahman ‘Abdullah ibnu mas’ud ra. Berkata: “saya bertanya kepada Nabi SAW: “Amal apakah yang paling disukai oleh Allah SWT? Beliau menjawab: “sahalat pada waktunya”. Saya bertanya: “kemudian apa? Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua”. Saya bertanya kemudian apa? Beliau menjawab: “Berjuang pada jalan Allah”. (H.R Bukhori dan Muslim)

Sungguh bahagia orang yang selalu berbakti kepada orang tuanya, seandainya kita berbuat sebaik apapun kepada kedua orang tua kita, kita tetap tidak mampu membalas budi pekertinya kecuali dia melihat orang tuanya menjadi budak kemudian ia bebeskan. Sebagaimana Rasulullah SAW penah bersabda:

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا بجزي ولد والدا إلا أن يجده مملوكا فيشتريه فيعتقه.(رواه مسلم)

Dari Abu Hurairoh ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “seorang anak tidak bisa membalas budi orang tuanya kecuali kalau ia mendapatkan orang tuanya itu menjadi budak kemudian ia membeli dan memerdekakannya”. (H.R. Muslim)

Masih banyak lagi ayat maupun hadits yang memerintah dan mewajibkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: