Oleh: Abu Alya | Oktober 15, 2011

Pahala Harta Yang Digunakan di Jalan Allah

kebunHarta yang kita miliki adalah hanya titipan dari Allah SWT dan kelak kita akan dimintai pertanggung jawaban disisnya, oleh karena itu hendaknya seorang muslim menginfakkan hartanya dijalan Allah SWT, agar ia mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. adapun pahala orang yang menginfakkan hartanya dijalan Allah SWT sbb:

1. Pahala orang yang menginfakkan hartanya dijalan Allah.
Allah berfirman,

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُم بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 274)

Dalam ayat ini Allah menganjurkan kita untuk segera menginfakkan harta dijalan kebaikan, baik dipagi, siang dan malam hari, baik secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Lalu menjanjikan 3 hal: pahala dari Allah, keamanan dan kebahagian.

Rasulullah pernah menyampaikan pahala infak dijalan Allah ini dalam satu hadits yang berbunyi,

جَاءَ رَجُلٌ بِنَاقَةٍ مَخْطُومَةٍ فَقَالَ هَذِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَبْعُ مِائَةِ نَاقَةٍ كُلُّهَا مَخْطُومَةٌ

“Datang seorang membawa onta yang sudah ada tali kekangnya, lalu berkata: Ini untuk dipergunakan dijalan Allah. Maka Rasulullah menjawab: Kamu mendapatkannya di hari kiamat berupa tujuh ratus onta semuanya ada tali kekangnya.” (HR. Muslim).

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyatakan: “Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah pahala tujuh ratus onta dan bisa jadi sesuai zhahirnya sehingga ia mendapatkan tujuh ratus onta bertali kekang yang setiap ontanya dapat ia kendarai umtuk tamasya di surga.” (Syarah Shahih Muslim 13/38).

2. Pahala orang yang berjihad dijalan Allah dengan hartanya.
Allah mengkhabarkan dan menunjukkan kaum mukminin kepada perniagaan yang pasti untung diakherat dan didunia juga dan mensifatkannya sebagai perniagaan terbaik, yaitu Jihad fi sabilillah.
Allah berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ {10} تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ {11} يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ {12} وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرُُ مِّنَ اللهِ وَفَتْحُُ قَرِيبُُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ {13

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Ash-Shaf 10-13).

Demikianlah Allah berikan pahalanya sampai-sampai orang yang hanya membiayai perlengkapannya mendapatkan pahala yang berperang dijalan Allah. Rasulullah pernah bersanbda dalam hal ini,

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

“Siapa yang menyiapkan perlengkapan orang yang berperang maka ia telah berperang dan diapa yang mengurusi keluarga yang ditinggal orang yang berperang maka telah berperang.” (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat lainnya,

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ الْغَازِي شَيْئًا

“Siapa yang memperlengkapi orang yang berperang dijalan Allah maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR. ibnu Majah).

Alangkah beruntungnya orang yang memiliki harta lalu dipergunakan untuk membiayai orang yang berjihad dijalan Allah! Pahala yang besar seperti pahala orang yang berperang dijalan Allah yang dijanjikan dalam sabda beliau,

تَكَفَّلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَنْ جَاهَدَ فِي سَبِيلِهِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِهِ وَتَصْدِيقُ كَلِمَتِهِ بِأَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ إِلَى مَسْكَنِهِ الَّذِي خَرَجَ مِنْهُ مَعَ مَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ

“Allah bertanggung jawab memberi kepada orang yang berjihad di jalanNya yang tidak mengeluarkannya kecuali jihad dijalan Allah dan membenarkan kalimatNya dengan memasukkannya kedalam syurga atau mengembalikannya ketempat tinggalnya yang ia keluar darinya dengan membawa pahala dan rampasan perang yang diperolehnya.” (HR. Muslim).

3. Pahala orang yang bersedakah dijalan Allah.
Rasulullah pernah menceritakan bahwa seorang hamba menemui Allah di hari kiamat nanti tanpa ada antaranya dengan Allah penterjemah dan Allah berfirman kepada hambaNya tersebut,

أَلَمْ أُعْطِكَ مَالًا وَأُفْضِلْ عَلَيْكَ فَيَقُولُ بَلَى فَيَنْظُرُ عَنْ يَمِينِهِ فَلَا يَرَى إِلَّا جَهَنَّمَ وَيَنْظُرُ عَنْ يَسَارِهِ فَلَا يَرَى إِلَّا جَهَنَّمَ قَالَ عَدِيٌّ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقَّةِ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ شِقَّةَ تَمْرَةٍ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Bukankah aku telah berikan kepadamu harta dan aku utamakan kamu? Maka hamba tersebut menjawab: Iya. Lalu ia melihat kesebelah kanannya, ternyata tidak melihat kecuali neraka jahannam dan melihat kekiri, ternyata tidak melihat kecuali neraka jahannam. Sahabat ‘Adi berkata: Aku mendengar Nabi bersabda: Bertakwalah dari neraka walaupun dengan setengah kurma. Siapa yang tidak mendapatkan separuh kurma maka dengan perkataan baik. (HR. Al-Bukhari).

Disini jelaslah Nabi menjelaskan bahwa orang yang akan dilindungi dari neraka adalah orang yang bersedekah dengan sedikit atau banyak hartanya. Sebab Allah melipat gandakan pahala sedekah hingga sedekah yang sedikit menjadi banyak seperti gunung. Hal ini dijelaskan dalam sabda beliau,

مَا تَصَدَّقَ أَحَدٌ بِصَدَقَةٍ مِنْ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – إِلاَّ أَخَذَهَا الرَّحْمَنُ بِيَمِينِهِ وَإِنْ كَانَتْ تَمْرَةً فَتَرْبُو فِى كَفِّ الرَّحْمَنِ حَتَّى تَكُونَ أَعْظَمَ مِنَ الْجَبَلِ

“Tidaklah seorang bershadaqah dari sesuatu yang baik –Allah tidak menerima kecuali yang baik- kecuali Allah akan mengambilnya dengan tangan kananNya. Apabila berbentuk korma maka akan berlipat ganda di tangan Allah hingga lebih besar dari gunung.” (HR. Muslim).

Siapa yang Allah lindungi dari neraka dengan sebab sedekahnya didunia yang Allah lipat gandakan pahalanya dengan sebab diinfaqkan dalam mencari keridhaanNya atau dengan sebab shodaqah jariyahnya, maka Allah yang akan menyiapkan tempatnya disyurga. Inilah yang Allah firmankan,

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُوْلَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ {22} جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلاَئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ {23} سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikAt-malaikat masuk ke tempAt-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum.” Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d : 22-24)

4. Pahala Orang yang mengeluarkan harta yang dicintainya.
Allah berfirman,

وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقاَمَ الصَّلَوةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah:177

5. Pahala Orang yang sabar atas ujian hartanya.
Orang-orang yang Allah uji dalam harta mereka di kehidupan dunia ini, lalu bersabar dan bertakwa kepada Allah maka Allah akan membalasnya dengan sempurna tanpa hitungan. seperti Allah firmankan,

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًىكَثِيرًا وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ اْلأُمُور

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. jika kamu bersabar dan bertakwa, Maka Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk urusan yang patut diutamakan.” (QS. Alimran: 186)

6. Pahala orang yang mendahulukan ibadah atas hartanya
Allah berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jum’ah : 9).

Orang-orang yang taat dengan meninggalkan jual beli dan bersegera beribadah kepada Allah, akan Allah balas dengan yang lebih baik dari perniagaan mereka tersebut. Allah berfirman,

قُلْ مَاعِندَ اللهِ خَيْرُُ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ وَاللهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik pemberi rizki.” (QS. Al-Jum’ah : 11).

7. Pahala orang yang menangguhkan penagihan hutan dan memaafkan hutang.
Allah telah perintahkan kita semua untuk bersabar pada orang yang pailit yang tidak mampu membayar hutang dan memperpanjang tempo pembayaran seperti dalam firman Allah,

وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan. dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:280)

Bahkan menyatakan bahwa memaafkan hutang-hutang itu lebih baik lagi.
Rasulullah pernah menjelaskna pahala orang yang berbuat demikian dalam sabdanya,

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ لَهُ أَظَلَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ

Siapa yang menangguhkan pembayaran hutang orang yang tidak mampu membayar atau memaafkan hutangnya maka Allah akan naungi dia di hari kiamat dibawah naungan arsyNya di hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya. (HR At-Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih At-Tirmidzi no. 1052)

Bahkan sikap ini bisa menjadi sebab masuk syurga seperti dijelaskan rasulullah dalam sabdanya,

إِنَّ رَجُلًا كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ أَتَاهُ الْمَلَكُ لِيَقْبِضَ رُوحَهُ فَقِيلَ لَهُ هَلْ عَمِلْتَ مِنْ خَيْرٍ قَالَ مَا أَعْلَمُ قِيلَ لَهُ انْظُرْ قَالَ مَا أَعْلَمُ شَيْئًا غَيْرَ أَنِّي كُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ فِي الدُّنْيَا وَأُجَازِيهِمْ فَأُنْظِرُ الْمُوسِرَ وَأَتَجَاوَزُ عَنْ الْمُعْسِرِ فَأَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya seorang dari umat sebelum kalian telah didatangi malaikat untuk mencabut ruhnya. Lalu ia ditanya: Apakah kau telah mengamalkan satu kebaikan? Ia menjawab: aku tidak tahu. Ia berkata: Lihatlah! Ia menjawab: Tidaklah aku mengetahui sesuatu kecuali aku pernah berjualan kepada orang didunia dan aku membalas mereka (dengan kebaikan), aku tangguhkan hutang orang yang mampu membayar dan aku maafkan hutangku dari orang yang tidak mampu membayar. Lalu Allah memasukkannya kedalam syurga.”

Demikianlah beberapa perkara yang penting diketahui tentang amalan berupa harta yang dapat dijadikan sebab kebaikan dunia dan akherat.

Semoga bermanfaat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: