Oleh: Abu Alya | Februari 20, 2010

Safar menurut Sunnah Nabi saw.

Definisi safar
safar diambil dari kata bahasa arab (سَفَرَ) yang berarti nampak.(mu’jam maqayis lughah). disebut demikian karena ia menampakkan wajah asli dan akhlak seorang musafir. Shadaqah bin Muhammad berkata, “safar merupakan timbangan seorang. disebut safar karena ia menampakkan akhlak seseorang (Aljami’li akhlaq rawi wa adab sami 1793).
Adapun secara istilah, para ahli fiqihsepakat bahwa safar adalah menempuh perjalanan yang merubah hukum dengan niat safar. Jadi, safar adalah seorang meninggalkan kampungnya menuju suatu tempat yang memakan perjalanan sehingga menjadikannya boleh untuk mengambil keringanan-keringanan syari’at bagi orang safar.
Manfaat Safar
Safar memiliki beberapa manfaat dan faedah yang cukup banyak. Diantaranya adalah apa yang disebutkan oleh Imam asy-Syafi’I rahimahullah beliau berkata:
Berkelanalah dari kampungmu untuk mencari keutamaan, lakukanlah safar karena didalamnya ada sepuluh faedah.
1. Menghilangkan kesumpekan
2. Mengais rezeki
3. Mendapatkan Ilmu
4. Meraih adab
5. Bertemu teman
6. Menambah iman
7. Menyehatkan badan
8. Mengangkat kedudukan
9. Menuai pahala
10. Terkabulnya do’a

Dari ucapan beliau diatas, dapat kita ambil lima point tentang faedah safar, yaitu:

1. Menghilangkan kesumpekan

Hal itu dikarenakan seorang akan merasakan jemu dan bosan jika ia hanya terus menerus berada disatu tempat, seperti halnya kalau ia hanya memakan satu jenis makanan saja. Namun kalau ia pindah tempat dan menyibukkan diri niscaya rasa kesumpekan lambat laun akan segera hilang.

2. Mengais rezeki

Hal itu dikarenakan rizki dicari dengan bergerak bukan dengan hanya diam ditempat saja. Pernah ada seseorang datang kepada Ma’ruf al-Karkhi: “wahai Abu Makhfuzh, apakah saya mesti bergerak untuk mencari rizki atau duduk saja?” Beliau menjawab, “geraklah, karena itu lebih baik bagimu.” Orang tadi berkata , orang sepertimu mengatakan seperti ini?” Beliau menjawab, “Bukan aku yang mengucapkan hal itu, tetapi Allah yang memerintahkan demikian dalam ayatnya:
Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Q.S. Maryam: 25) .

3. Mendapatkan ilmu

Kebiasaan para ulama salaf terdahulu dari kalangan sahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka adalah melakukan perjalanan jauh untuk menimba ilmu, bahkan tak sedikit diantara mereka yang menempuh perjalanan berbulan-bulan hanya untuk mencari satu hadits. Kisah-kisah tentang mereka begitu banyak sekali.

4. Meraih adab

Tatkala ia melihat keindahan adab dan akhlak para ulama dan orang-orang sholeh yang tak ada dikampung halamannya, maka ia akan menirunya dan terpengaruh olehnya.

5. Bertemu teman

Betapa banyak seseorang mendapatkan kenalan kawan tatkala ia melakukan safar, sehingga akan mempererat hubungan persaudaraan dan mengangkat kedudukan.

6. Menambah iman

Di dalam safar, kita akan memandang keajaiban-keajaiban ciptaan Allah yang akan menambah keimanan kita terhadap kebesaran Allah dan menjadikan kita lebih banyak bersyukur kepadanya. Dalam firmannya:
“ katakanlah: ‘Berjalanlah dimuka bumi maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan manusia dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Al-Ankabut: 20)
Hal ini mencakup perjalanan dengan kaki dan kendaraan, dan mencakup juga perjalanan dengan renungan.

7. Menyehatkan badan

‘Antarah pernah berkata, “safar dapat menyehatkan badan dan menghilangkan kemalasan serta meningkatkan nafsu makan.”
Hal itu badan ini mengandung lemak-lemak makanan yang bila dibiarkan tanpa gerakan, maka akan mengakibatkan penyakit. Namun dengan bergerak maka badan akan terasa hangat, lemak-lemak makanan menghilang, menjadikan badan enteng dan giat.
Oleh karenanya, islam mensyari’atkan beberapa syari’at yang mengandung gerakan untuk olah raga seperti jihad, manasik haji, berkunjung, mengantarkan jenazah, pergi krmasjid wudlu’, mandi dan lain sebagainya.

8. Mengangkat kedudukan

Hal ini sangat Nampak dalam sejarah Nabi saw, dimana tatkala beliau dikucilkan dikampungnya, maka beliau keluar meninggalkan kota tercinta “Makkah” menuju “Manidah” hingga saat kekuasaan beliau menguat, beliaupun kembali lagi kekampung halamannya. Dari sini dapat diambil faedah tentang dianjurkannya berpindah dari tempat yang membahayakan dirinya.
9. Menuai pahala

Amalan-amalan ibadah yang ia tidak lakukan disebabkan safar akan tetap dicatat melakukannya sekalipun ia tidak melakukannya. Nabi saw bersabsa:
“Apabila seorang hamba sakit atau bepergian, maka ditulis seperti apa yang ia lakukan dalam muqim dan sehat. (H.R. Bukhori no .2996).

10. Terkabulnya do’a

Nabi saw bersabda:
“Tiga do’a yang terkabulkan tanpa diragukan; do’a orang tua, do’a orang yang bepergian, dan do’a orang yang terzhalimi.(H.R Tirmidzi no.1905, Abu dawud 1536, dan dihasankan al-Albani.)
Al-Hafizh ibnu rajab rahimahullah berkata, “Bertambah lamanya suatu safar akan lebih menjadikan sebuah do’a terkabulkan, karena hati saat itu rendah disebabkan keasingan diri dari kampong halamannya, sedangkan kerendahan diri dan menanggung beban merupakan sebab terkabulkannya do’a.” (jami’ul ‘Ulum walhikam 1/269). wallahu a’lam.


Responses

  1. bagus artikel nya ,,, ditunggu yg lainnya !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: